HARIANEXPRESS – Penampilan Raline Shah yang selalu terlihat prima tak lepas dari kebiasaan yang ia bangun secara konsisten. Menariknya, sang aktris tidak memilih diet ekstrem. Raline justru tetap menikmati makanan favorit, rutin berolahraga, dan menjaga keseimbangan antara kebugaran fisik dengan kebahagiaan.
Nama Raline Shah sudah lama dikenal sebagai salah satu figur publik Indonesia dengan pesona yang kuat. Di berbagai kesempatan, mulai dari acara hiburan hingga agenda internasional, penampilannya hampir selalu mencuri perhatian.
Namun, di balik tampilan yang selalu terlihat terawat, Raline ternyata tidak mengandalkan aturan diet yang ekstrem.
Menurut Raline, menjaga kondisi fisik tidak seharusnya mengabaikan kesehatan mental dan kebahagiaan.
Rutinitas tersebut mencakup pilihan makanan, latihan fisik, kebiasaan selama traveling, hingga caranya menyikapi makanan favorit.
Tidak Percaya pada Diet yang Menyiksa
Di tengah banyaknya tren diet yang datang dan pergi, Raline memilih tidak menjalani pola yang terlalu restriktif.
Ia lebih banyak mengutamakan makanan alami dan berusaha membatasi makanan yang melalui pemrosesan berlebihan. Meski demikian, pilihan tersebut tidak membuatnya menerapkan pantangan ketat dalam kehidupan sehari-hari.
Bagi Raline, keseimbangan menjadi hal yang lebih penting.
Pendekatan itu pula yang membuat kesehariannya terasa tidak dipenuhi aturan tentang makanan yang boleh ataupun tidak boleh disentuh.
Ada disiplin, tetapi tetap terdapat ruang untuk menikmati hidup.
Nasi Padang hingga Soto Medan Tetap Dinikmati
Meski dikenal memiliki gaya hidup aktif, Raline ternyata tetap memiliki sederet makanan favorit yang kaya rasa.
Perempuan berdarah Medan itu mengaku menyukai Soto Medan, Sate Padang, hingga Nasi Padang. Alih-alih menghapus seluruh makanan tersebut dari menu, Raline lebih memilih mengatur porsinya.
Ketika menikmati makanan yang digoreng, misalnya, ia akan mengurangi porsinya dan memperbanyak sayuran.
Bagi Raline, cara seperti itu terasa lebih realistis dibandingkan terus hidup dengan banyak larangan.
Pilihan tersebut sekaligus memperlihatkan sisi yang cukup relatable dari seorang selebritas.
Di balik penampilan glamor yang sering terlihat di berbagai acara, Raline tetap menikmati menu-menu yang begitu familiar bagi masyarakat Indonesia.
Tak Mau Dihantui Rasa Bersalah Setelah Makan
Ada pula prinsip menarik yang diterapkan Raline dalam hubungannya dengan makanan.
Ia tidak ingin terus merasa bersalah hanya karena sesekali menikmati hidangan yang dianggap kurang ideal.
Menurut Raline, kebahagiaan dan kondisi mental juga harus mendapat perhatian. Karena itu, setelah menikmati makanan tertentu, ia memilih tidak memperpanjangnya dengan perasaan negatif terhadap diri sendiri.
Cara berpikir tersebut menjadi bagian penting dari pola hidup yang ia jalani.
Raline tidak berusaha membuat setiap hari berlangsung sempurna. Ia lebih memilih menjaga keseimbangan dalam jangka panjang.
Fleksibel Saat Traveling ke Luar Negeri
Mobilitas Raline sebagai figur publik juga cukup tinggi.
Perjalanan ke berbagai negara membuat dirinya tidak selalu menemukan makanan yang sama seperti ketika berada di Indonesia. Namun, kondisi tersebut tidak membuatnya terlalu khawatir.
Saat berada di Eropa, misalnya, nasi mungkin tidak mudah ditemukan di setiap tempat. Dalam situasi seperti itu, Raline memilih sumber karbohidrat lain yang tersedia daripada memaksakan diri mencari menu yang sama.
Fleksibilitas tersebut membuat rutinitasnya dapat mengikuti kehidupan yang dinamis.
Ia tetap memiliki prinsip dalam menjaga pola makan, tetapi tidak menjadikannya aturan kaku yang menyulitkan ketika sedang bepergian.
Disiplin Latihan Beban Setiap Pekan
Jika soal makanan Raline terbilang fleksibel, urusan aktivitas fisik menjadi bagian yang cukup disiplin dalam rutinitasnya.
Ia menjadwalkan latihan beban sekitar dua hingga tiga kali setiap minggu.
Rutinitas itu menjadi salah satu kebiasaan yang dipertahankannya meski memiliki mobilitas tinggi dan jadwal pekerjaan yang padat.
Olahraga tampaknya bukan hanya program sementara yang dilakukan ketika memiliki target penampilan tertentu.
Bagi Raline, aktivitas fisik sudah menyatu dengan keseharian.
Jalan Kaki dan Berenang Jadi Rutinitas
Tak berhenti pada latihan beban, Raline juga memasukkan aktivitas aerobik ke dalam jadwalnya.
Ia mengatakan biasa berjalan kaki atau berenang sekitar 30–45 menit pada pagi hari.
Kombinasi berbagai aktivitas tersebut memperlihatkan bagaimana Raline menjaga rutinitasnya tetap bervariasi.
Tak semuanya harus berlangsung di pusat kebugaran. Jalan kaki maupun berenang tetap menjadi bagian yang ia nikmati untuk membuat tubuh terus bergerak.
Di Hotel Pun Tetap Menyempatkan Olahraga
Kesibukan traveling rupanya bukan alasan bagi Raline untuk sepenuhnya meninggalkan olahraga.
Saat menginap di hotel, ia tetap mencari cara sederhana untuk bergerak.
Raline mengatakan bahwa 20 menit berjalan dengan incline di treadmill dapat menjadi pilihannya ketika sedang berada di hotel.
Rutinitas tersebut memperlihatkan satu sisi menarik dari kedisiplinannya.
Ia tidak menunggu situasi sempurna untuk berolahraga. Ketika waktu atau fasilitas terbatas, bentuk latihannya cukup disesuaikan dengan keadaan.
Pengalaman Jerawat Membentuk Cara Raline Merawat Diri
Perhatian Raline terhadap tubuh dan penampilan ternyata juga memiliki cerita tersendiri.
Ia mengungkap pernah menghadapi masalah jerawat ketika memasuki masa pubertas. Pengalaman tersebut kemudian membuatnya semakin memperhatikan kondisi tubuh dan kulit.
Dalam keseharian, Raline mengatakan memilih makanan yang minim proses sebagai bagian dari rutinitasnya.
Ia juga menggunakan beberapa suplemen, termasuk vitamin C dan produk kolagen, sebagai bagian dari kebiasaan pribadi dalam merawat tubuh.
Penggunaan suplemen tersebut merupakan pengalaman personal Raline, bukan pola yang otomatis dibutuhkan setiap orang.
Sisi Lain Raline Shah di Balik Karpet Merah
Bagi publik, Raline sering terlihat dalam balutan busana elegan di berbagai acara besar.
Namun, kebiasaan sehari-hari di balik penampilan tersebut ternyata jauh lebih sederhana.
Ada latihan beban yang dilakukan secara rutin, jalan kaki dan berenang, sesi treadmill ketika berada di hotel, pilihan makanan yang lebih terkontrol, serta kemampuan menikmati kuliner favorit tanpa terlalu banyak tekanan.
Hal tersebut memberikan gambaran lain tentang kehidupan seorang selebritas.
Penampilan yang terlihat prima di depan kamera ternyata dibangun melalui kebiasaan-kebiasaan kecil yang dilakukan berulang kali, bukan semata-mata melalui program instan.
Disiplin Tanpa Kehilangan Kenikmatan Hidup
Yang paling menonjol dari pola Raline adalah keseimbangan antara disiplin dan fleksibilitas.
Ia cukup konsisten berolahraga, tetapi tidak ingin makanan berubah menjadi sumber stres.
Ia memperhatikan apa yang dikonsumsi, tetapi masih menikmati hidangan favorit.
Ia mempertahankan aktivitas fisik ketika traveling, tetapi mampu menyesuaikan rutinitas dengan fasilitas yang tersedia.
Pendekatan tersebut membuat cerita Raline terasa lebih dari sekadar “rahasia tubuh langsing seorang artis”.
Ada filosofi sederhana di baliknya: menjaga diri tak harus dilakukan dengan cara yang membuat kehidupan kehilangan kenikmatannya.
Pesona Raline Shah Bukan Hanya soal Penampilan
Pada akhirnya, rutinitas Raline Shah memberikan gambaran lebih dekat tentang kesehariannya di luar sorotan dunia hiburan.
Publik mungkin melihat hasil akhirnya ketika ia tampil di depan kamera—penampilan yang terawat, energi yang prima, dan gaya yang selalu menarik perhatian.
Namun di balik itu terdapat konsistensi.
Ada waktu untuk olahraga, ada perhatian terhadap makanan, ada kemampuan beradaptasi ketika bepergian, tetapi tetap tersedia ruang untuk menikmati Soto Medan, Sate Padang, Nasi Padang, maupun makanan lain yang disukainya.
Bagi Raline Shah, menjaga penampilan rupanya bukan tentang hidup dengan larangan tanpa akhir, melainkan tentang mengetahui kapan harus disiplin, kapan perlu menyesuaikan diri, dan kapan cukup menikmati hidup tanpa rasa bersalah.


