Heri Purwadyo Penulis | Ipnu Subroto Editor
HARIANEXPRESS – Industri musik K-pop mengalihkan fokus bisnis ke konser dan ekosistem penggemar global di tengah penurunan volume penjualan album dunia, Selaxa (6/10/2026).
Pergeseran strategi ini terjadi saat ekspor album Korea Selatan tahun 2025 diproyeksikan menembus 300 juta USD atau setara 7,5 triliun won. Di sisi lain, total penjualan album fisik K-pop secara global pada 2025 diperkirakan merosot menjadi 93,5 juta kopi dari 120 juta kopi pada 2023.
Data Layanan Bea Cukai Korea mencatat realisasi ekspor album K-pop mencapai US$301,7 juta pada 2025 dengan kenaikan 3,4 persen. Kontribusi terbesar disumbang oleh Jepang senilai US$80,6 juta, disusul Tiongkok sebesar US$69,7 juta dan Amerika Serikat sejumlah US$64 juta.
Penurunan penjualan fisik tersebut dipicu pelemahan daya beli domestik, isu limbah plastik wadah CD, serta transformasi pendekatan agensi ke konsumen. Situasi ini menunjukkan pasar luar negeri kini menjadi tumpuan utama pemasukan agensi hiburan Korea Selatan.
Survei Korea JoongAng Daily memaparkan pasar internasional menyumbang 59 persen pendapatan HYBE, 60 persen JYP Entertainment, 51 persen YG Entertainment, dan 35 persen SM Entertainment pada sembilan bulan pertama 2025. Kendati demikian, pasar domestik tetap dipandang sebagai “sertifikat” penting pembangun reputasi sebelum artis berekspansi ke mancanegara.
Konser panggung kini berfungsi sebagai penggerak finansial utama mengungguli rilisan rekaman fisik. Laporan keuangan kuartal kedua 2026 mencatat HYBE meraup pendapatan rekor 1,45 triliun won dengan sumbangan konser mencapai 647,7 miliar won.
Perolehan dari sektor konser tersebut melampaui raihan album dan musik digital yang mencatatkan angka 326,8 miliar won. Rangkaian tur dunia BTS sejak April diposisikan sebagai “tambang emas” utama pendongkrak penerimaan finansial perseroan.
Kondisi ini menandai peralihan industri dari “ekonomi musik” ke arah “ekonomi penggemar”. Basis peminat bersedia membelanjakan dana untuk pernak-pernik resmi, aksesori, tongkat cahaya edisi terbatas, hingga tiket temu penggemar khusus.
Korsel juga menyiapkan perhelatan akbar Fanomenon pada Desember 2027 di Seoul dan Goyang untuk menarik kembali komunitas mancanegara. Acara yang menggabungkan konser dan festival budaya tersebut ditargetkan mendatangkan 520.000 pengunjung dengan proyeksi dampak ekonomi melampaui 1 triliun won.
Di pasar barat, Amerika Serikat memimpin impor album K-pop semester pertama 2026 dengan transaksi senilai $74,12 juta. Laporan Luminate mencatat sebanyak 55 persen penggemar K-pop rentang umur 45-54 tahun di AS rela membeli rilisan fisik dan cinderamata pendukung.
Sumber:
- https://www.vietnam.vn/id/k-pop-hai-ra-tien-nho-dau
- https://thanhnien.vn/k-pop-hai-ra-tien-nho-dau-185261005193302067.htm











