HARIANEXPRESS – Acha Septriasa memperlihatkan sisi santainya ketika menikmati waktu di Bali. Bukan dengan agenda liburan yang serba mewah, aktris tersebut memilih bersepeda menyusuri Tampaksiring, menikmati panorama persawahan dan pura, hingga menutup perjalanan dengan sarapan ditemani pemandangan Gunung Batur.
Keseharian seorang figur publik di luar layar selalu memiliki daya tarik tersendiri. Di balik jadwal pekerjaan dan aktivitas di dunia hiburan, ada momen ketika mereka kembali menjalani hal-hal sederhana yang menjadi kegemaran pribadi.
Sisi itulah yang terlihat dari Acha Septriasa saat menghabiskan waktu liburan di Bali.
Acha memilih bersepeda untuk menikmati Pulau Dewata. Perjalanannya tidak hanya menjadi kesempatan berolahraga, tetapi juga membawanya melintasi beberapa pemandangan khas Bali, mulai dari kawasan pedesaan, persawahan, pura, hingga Kintamani.
Mengawali Perjalanan dari Tampaksiring
Perjalanan Acha dimulai dari Kecamatan Tampaksiring, Gianyar, Bali. Kawasan ini menjadi titik awal petualangannya dengan sepeda.
Alih-alih hanya menikmati Bali dari kendaraan, Acha mengayuh sepedanya melewati jalanan dengan kontur yang naik dan turun.
Sepanjang rute tersebut, ia menemukan sejumlah pura yang menarik perhatian. Acha beberapa kali berhenti untuk menikmati suasana sekaligus mengabadikan momen di kawasan yang dilewatinya.
Potret tersebut memperlihatkan suasana Acha yang jauh dari hiruk-pikuk dunia hiburan. Tanpa suasana panggung ataupun lokasi syuting, ia terlihat menikmati waktu dengan cara yang sederhana dan personal.
Pesona Persawahan Jadi Teman Perjalanan
Bali memang lekat dengan panorama pantai, tetapi perjalanan Acha justru menghadirkan wajah lain Pulau Dewata.
Hamparan persawahan hijau menjadi salah satu pemandangan yang menemaninya selama mengayuh sepeda. Artikel sumber menyebut suasana pedesaan yang asri dan sejuk membuat perjalanan tersebut terasa rileks bagi Acha.
Pemandangan ini membuat aktivitas bersepeda terasa lebih dari sekadar perjalanan menuju satu tempat.
Setiap ruas jalan menghadirkan latar berbeda dan memungkinkan Acha menikmati Bali dengan ritme yang jauh lebih santai.
Momen ini sekaligus memberi gambaran bagaimana sang aktris memilih mengisi waktu luang ketika sedang tidak berada di depan kamera.
Hangat Menyapa Warga yang Ditemui
Ada pula momen sederhana yang membuat perjalanan Acha terasa lebih hangat.
Ketika melintasi kawasan permukiman, ia terlihat menyapa masyarakat setempat, termasuk anak-anak yang tengah bermain.
Interaksi tersebut menjadi salah satu sisi menarik dari perjalanan sang aktris.
Sebagai figur publik yang kerap tampil dalam berbagai produksi hiburan, Acha kali ini terlihat menikmati kehidupan dengan suasana yang lebih natural. Ia bersepeda, melihat lingkungan sekitar, berhenti ketika menemukan tempat menarik, dan berinteraksi dengan orang-orang yang ditemuinya di perjalanan.
Bersepeda Bukan Sekadar Aktivitas Saat Liburan
Keseriusan Acha mengayuh sepeda melewati jalanan naik-turun ternyata bukan tanpa alasan.
Bersepeda memang bukan aktivitas baru baginya.
Menurut IDN Times, Acha sudah terbiasa melakukan perjalanan menggunakan sepeda dalam jarak cukup jauh. Ketika berada di Sydney, Australia, ia juga kerap memanfaatkan akhir pekannya untuk bersepeda.
Artinya, perjalanan di Bali bukan sekadar aktivitas spontan untuk mengisi waktu liburan.
Bersepeda sudah menjadi salah satu kegiatan yang dekat dengan keseharian Acha.
Hobi tersebut sekaligus memperlihatkan sisi berbeda dari dirinya di luar profesi sebagai aktris—aktif, menyukai aktivitas luar ruang, dan menikmati perjalanan dengan caranya sendiri.
Menutup Perjalanan di Kintamani
Setelah melewati Tampaksiring dengan berbagai panorama yang menyertainya, Acha akhirnya menutup perjalanan bersepeda di sebuah kafe di kawasan Kintamani.
Namun, perjalanan tersebut belum sepenuhnya selesai.
Ada pemandangan istimewa yang menunggunya ketika beristirahat.
Acha menikmati sarapan dengan panorama Gunung Batur yang terlihat di kejauhan.
Momen tersebut menjadi penutup yang terasa pas setelah perjalanan panjang menggunakan sepeda.
Setelah mengayuh melewati jalan pedesaan, pura, dan hamparan persawahan, Acha akhirnya dapat duduk santai sembari menikmati makanan serta pemandangan pegunungan.
Sisi Lain Acha Septriasa di Luar Layar
Perjalanan ini memperlihatkan bahwa kehidupan seorang selebritas tidak selalu identik dengan karpet merah, lokasi syuting, atau agenda hiburan.
Ada pula sisi personal yang lebih sederhana.
Dalam momen liburannya di Bali, Acha terlihat menikmati kegiatan yang memang menjadi kegemarannya. Tidak ada agenda yang dibuat terlalu rumit. Sepeda, jalan pedesaan, pemandangan alam, dan sarapan menjadi bagian utama dari perjalanannya.
Justru kesederhanaan tersebut membuat momen liburan Acha terasa menarik.
Penggemar dapat melihat sang aktris dalam suasana yang berbeda dari karakter-karakter yang biasa ia tampilkan di layar.
Bali dan Momen Santai Seorang Bintang
Pilihan Acha menikmati Bali dengan sepeda juga memberikan warna berbeda dari liburan selebritas pada umumnya.
Ia tidak menjadikan kemewahan sebagai pusat perhatian. Sebaliknya, perjalanan berfokus pada pengalaman—mengayuh sepeda, berhenti menikmati pura, melewati persawahan, menyapa warga, hingga duduk menikmati sarapan di Kintamani.
Bersepeda tampaknya menjadi ruang bagi Acha untuk menikmati waktu dengan ritmenya sendiri.
Apalagi, aktivitas tersebut memang sudah menjadi bagian dari kesehariannya ketika berada di Sydney. Bali kemudian memberikan latar baru dengan karakter alam dan budaya yang berbeda.
Liburan Sederhana yang Tetap Berkesan
Momen Acha Septriasa di Bali akhirnya memperlihatkan sisi lain kehidupan sang aktris di balik kesibukannya di dunia hiburan.
Berawal dari Tampaksiring, perjalanan menggunakan sepeda membawanya melewati pura, persawahan hijau, dan kawasan pedesaan sebelum akhirnya berakhir di Kintamani.
Tak ada agenda yang berlebihan.
Namun justru melalui perjalanan sederhana tersebut, terlihat bagaimana Acha menikmati salah satu hobinya sekaligus memberi waktu kepada dirinya untuk keluar sejenak dari rutinitas.
Dari mengayuh sepeda hingga menikmati sarapan berlatar Gunung Batur, liburan itu menjadi potret Acha Septriasa yang lebih santai dan natural—seorang bintang yang untuk sejenak meninggalkan gemerlap dunia hiburan dan memilih menikmati Bali dari atas dua roda.


